
Sekjen PSSI Nugraha Besoes mengaku gembira melihat animo masyarakat yang tinggi untuk menonton laga MU vs Indonesian All Star pada 20 Juli. Ia berkomentar soal sulitnya penjualan tiket Manchester United. Ia pun merasa hal itu wajar karena ini pertama kalinya Indonesia mendatangkan tim besar kelas dunia.
“Penjualan tiket agak sulit, kita baru pertama kali mendatangkan top team top player, dalam hal ini MU.” ujar Nugraha di kantor PSSI di kompleks Stadion GBK, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2009).
“Animo sponsor yang ingin ikut banyak, dan kebetulan sebagian sponsor itu adalah partnership MU. Makanya pendistibusian harus kami bagi-bagi juga,” lanjutnya.
“Sekarang pertanyaan orang bukan di mana bisa dapat tiket gratis’, tapi di mana beli tiket.”
Nugraha pun menilai kedatangan tim-tim Eropa sebelum MU, seperti Bayern Munich dan Borussia Dortmund, sangat bagus untuk perkembangan sepakbola di tanah air. Indonesia berarti punya ‘sesuatu’ sehingga didatangi sebuah klub top.
“Saya juga heran kenapa banyak tim yang mau melawan kita, yang berperingkat 139 dunia. Tapi menurut mereka, penonton sepakbola kita Incredible. Seperti satu republik masuk ke dalam stadion,” paparnya.
Terakhir, Nugraha menjabarkan bahwa Agum Gumelar dan PSSI adalah pihak yang paling besar memberi dana untuk mendatangkan “Setan Merah” ke Jakarta.
“Yang bayar MU datang ke sini adalah PSSI dan Pak Agum sebanyak 80%. Sisanya datang dari berbagai macam sponsor.”
“Biaya mendatangkan MU sangat besar. Kami ingin agar manajemennya bagus, seperti lapangan, keamanan, dan event. Mudah-mudahan pertandingan berjalan lancar, agar MU mau berpikir untuk datang kemari lagi tahun depan,” pungkas Nugraha.
Sementara itu Anda yang masih menginginkan tiket pertandingan Manchester United vs Indonesia All Star di Jakarta harus bersiap-siap kecewa. Pasalnya, tiket pertandingan sudah sold out.
Hal itu diungkapkan oleh Direktur bidang komersial panitia lokal, Herman Ago, di kantor PSSI, Jakarta, Senin (22/6/2009).
“Tiket, secara teori sudah sold out. Namun karena secara fisik tiket itu belum ada, jadi belum bisa dibilang ada transaksi,” ujar Herman.
“Berdasarkan booking, dari bulan Mei lalu, entah dari agen (seperti Avia Tour, BLI) serta dari partner (seperti AIG dan Danamon), itu sudah laku sekitar 76 ribu tiket dari total 77.688 lembar tiket,” paparnya.
Herman juga mengatakan bahwa panitia lokal tengah melakukan pendataan calon pembeli tiket yang telah melakukan booking secara terkomputerisasi.
“Kami sekarang sedang mengerjakan sistem komputerisasi. Kami sedang melakukan evaluasi dan verifikasi tiket yang sudah dibooking. Kalau memang ada sisa, masih belum ditentukan akan didistribusikan ke mana,” kata Herman.
Herman mengatakan bahwa penjualan tiket akan menutup sekitar 60% biaya mendatangkan MU ke Indonesia. Dari target Rp 2 miliar dari tiket, panitia telah mendapat setidaknya Rp 1 miliar.
“Sudah 50% lebih. Katakanlah total dari 77 ribuan tiket itu Rp 2 miliar, ya sudah masuk sekitar Rp 1 miliar lebih. Dari tiket saja kita sudah menutupi sebesar 60% biaya penyelenggaraan,” tuturnya.
“Sisanya dari merchandise, funfest serta dari meet and greet,” pungkas Herman.
(drevolution)
Sumber : detik.com
Foto : media.vivanews.com